Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Terjebak

para pencari nyaman terjebak  diombang ambing lautan dunia mencari jawaban dibawah sinar rembulan  tentang masa depan yang penuh rahasia bintang bintang yang bertaburan hanya bisa melihat sambil menertawakan atas rasa penasaran yang berujung sebagai pembodohan yang sebenarnya sudah diatur oleh penciptanya . berapa kali aku sudah berniat untuk membuka,tapi waktu selalu menahan "sabar" katanya . berparaskan tanda tanya,berkepalakan keraguan bukan tentang siapakah tuan nya,tapi tentang aku yang kenapa?  . bahasa yang kurangkaikan  mendebu diatas tumpukan kertas sehingga tak tersampaikan tersimpan menjadi sebuah rahasia  . berteriak menyatakan sebuah rasa hingga jantungnya mengentak hingga tersadar bahwa hati nya sudah lama tak bertuan  . rasa itu  antara rindu dan candu . kota ini sudah lama ku tinggali namun masih terasa asing  . ketika kepala bertemu kepala  mereka tidak akan mau mengalah dalam bicara ketika hati saling merasa  mungkin ta...

Dia Kenapa?

 perpaduan yang pas,saat sinar mentari senja dan awan sedang selaras  kita mencari makan dipinggir jalan yang banyak bebatuan hanya untuk sebuah roti dan daging yang dibakar diatas panggangan panas lama ditambah susunan ketimun,tomat dan selada dituang saus pedas,satunya dengan keju dan sisanya dua kali lipat dagingnya  dan dua es dawet murah meriah pinggir jalan ditambah minuman air putih kemasan ditoko serba  catatan : bukanya hanya dia yang lapar,tapi kita semua. tapi entah ada apa dengan dia menimbulkan kecurigaan karena lagu yang diputar selaras dengan senja. kemana dia yang aku kenal?  . bertanya  sebenarnya yang apa yang dia suka? aku atau tulisan ku?

20 Hari Sebelum Ulang Tahun

Balik ke tahun 2018 hingga akhirnya sendu ini hanya menahan rindu karena saling bermain menerka nerka soal rasa berpikir siapa yang sedang di damba dihatinya padahal masih ada sedikit harap dalam diam tapi semesta tak tunjung untuk saling menemukan  dan mungkin tuhan juga tidak berkehendak  atau mungkin karena tidak ada sebuah gerakan?  entah apa hambatannya? hanya menambah rasa penasaran saja  padahal hanya sebatas keinginan  dari rencana sederhana untuk jalan berdua namun selalu saja menjadi khayalan belakang hanya menatap dari sepasang mata  tanpa saling menyapa  sungguh masa-masa yang sia-sia,jika dirasa bagaimana dengan rasa yang pernah ada? sudah hilang seutuhnya?  atau hanya tersimpan dalam masa yang tak pernah terulang?  bisakah khayalan menjadi nyata sebagai penebus dosa atau sebagai salam perpisahan?  agar rasa pernasaran tenggelam tak muncul kembali di permukaan selalu kembali pada yang pertama khusnya teruntuk  "dia yang...