20 Hari Sebelum Ulang Tahun

Balik ke tahun 2018


hingga akhirnya sendu ini hanya menahan rindu

karena saling bermain menerka nerka soal rasa

berpikir siapa yang sedang di damba dihatinya

padahal masih ada sedikit harap dalam diam


tapi semesta tak tunjung untuk saling menemukan 

dan mungkin tuhan juga tidak berkehendak 

atau mungkin karena tidak ada sebuah gerakan? 

entah apa hambatannya? hanya menambah rasa penasaran saja 


padahal hanya sebatas keinginan 

dari rencana sederhana untuk jalan berdua

namun selalu saja menjadi khayalan belakang

hanya menatap dari sepasang mata 

tanpa saling menyapa 

sungguh masa-masa yang sia-sia,jika dirasa


bagaimana dengan rasa yang pernah ada?

sudah hilang seutuhnya? 

atau hanya tersimpan dalam masa yang tak pernah terulang? 

bisakah khayalan menjadi nyata sebagai penebus dosa atau sebagai salam perpisahan? 

agar rasa pernasaran tenggelam tak muncul kembali di permukaan


selalu kembali pada yang pertama khusnya teruntuk

 "dia yang ku abadikan dalam sendu"

padahal banyak pemuda yang berlalu lalang

entah apa yang mengikat padahal tak ada yang di tinggalkan

jadi bagaimana menurut mu tentang aku yang akhirnya mengaku menahan rindu dalam sendu sendiri di waktu yang lama? 


*catatan : malu sendiri,gak tau kalau dia? entah tulisan terbaru ini dibaca atau tidak


(tidak ada judul)


dia tau rumah ku,tapi tak pernah mengantar

aku pun tau rumahnya,namun aku tak pernah datang

yang teringat adalah setiap dia mendaki,dia menghilang 

apa ada sebuah kesalahan? atau halangan?


mungkin aku yang kurang perasa 

hingga terlambat menyadarinya 

kenapa rasa seperti pendosa ya? 

padahal itu bukan sebuah kesalahan,

merasa beban yang berat karena terpendam lama. 


jika melupa bukan sebagai cara untuk menebusnya,

lalu dengan apa? sebuah pertemuan? 

yang benar saja,jangan bercanda 

kira-kira menurut mu apa jawabannya? 


catatan : coba bilang




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjebak

Dia Kenapa?

lembar baru